Jurnalis Konfirmasi Perihal BLT, Endingnya Diajak Berkelahi

Jember, FaktualNews – Tindakan arogansi yang dilakukan oleh Salah satu oknum Kepala Desa terhadap seorang wartawan kawasan selatan di kecamatan Jombang Kabupaten Jember, akhirnya berbuntut laporan Polisi oleh asosiasi yang menaungi, Asosiasi Wartawan Selatan berikut kuasa hukumnya melaporkan kejadian tersebut ke Mapolsek Jombang, Rabu (5/5/2021).

Awal laporan terkait adanya arogansi dari sikap oknum Kades terhadap salah satu wartawan bernama Muhammad Tahrir karena berusaha mengkonfirmasi perihal adanya dugaan penyelewengan Dana BLT dari Dana Desa.

Asosiasi Wartawan melaporkan Kades Padomasan atas tindakan intimidasi yang dilakukan pada seorang jurnalis yang sedang melakukan konfirmasi terkait kasus dugaan penyelewengan dana Bantuan Langsung Tunai (BLT) dari Dana Desa.

Baca juga :

Ketua Asosiasi Wartawan Selatan (AWAS) Muhamad Subur (40) mengatakan bahwa tindakan yang dilakukan oleh Kades tersebut sudah melewati batas toleransi dan menurutnya sudah tidak pantas.

“Asosiasi Wartawan Selatan (AWAS) melaporkan kasus pengusiran dan intimidasi yang dilakukan seorang oknum Kades terhadap seorang wartawan anggota kami,” Ungkapnya.

Subur juga berharap penegak hukum juga bisa mengusut tuntas perihal adanya intimidasi serta sikap arogansi yang tidal perlu dilakukan oleh seorang pelayan publik.

“Kami menginginkan pihak Polsek sebagai penegak hukum melakukan tindakan sesuai dengan hukum yang berlaku, Kalau seandainya yang bersangkutan (oknum Kades) tidak mau dikonfirmasi terkait pelayananan publik, ” ya mending jangan jadi Kades atau publik figur “, apalagi seorang Kades harus bertanggung jawab penuh perihal bagaimana seharusnya menyikapi segala permasalahan yang ada, bukan langsung berulah seperti itu,” Jelas Subur dengan nada jengkel.

Muhamad Tahrir (42) yang profesinya sebagai wartawan yang melakukan konfirmasi pada Kades Trimanto saat dikonfirmasi mengatakan selain diusir, dirinya juga ditantang berkelahi oleh sang Kades.

“Saya itu bukan hanya diusir, malah si Pak Kades nantangin saya berkelahi, menurut saya tak pantaslah seorang figur bersikap seperti itu, dan saya berharap kejadian yang menimpa saya ini terjadi kepada rekan rekan yang lain ,” ucap Tahrir dengan nada kesal saat ditanya awak media terkait bagaimana menilai seorang figur publik dengan sikap arogansi tersebut.

Penasihat Hukum Asosiasi Wartawan Selatan, Koko dalam keteranganya mengatakan bahwa kalau hal ini mau diberitakan hanya sebagai pemberitaan awal, saya tidak akan membiarkan hal ini terulang kembali, kita akan terus menerus memberitakan sampai persoalan ini tuntas.

“Silahkan diberitakan saja mas, ini hanya sebagai berita awal yang akan mengawal, biar pihak kepolisian khusunya kepolisian resort Jember tidak main main dengan kasus yang dilaporkan ini,” kata Koko.

“Kita lihat seberapa responya kepolisian dalam hal ini, kalau polisi tidak melakukan tindakan apa apa, kasus kita naikan ketingkat Polres, kita lihat dulu,” Ujar Koko.

Kapolsek Kencong AKP Kusmiyanto saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon mengatakan bahwa AWAS harus selektif dalam melaporkan, dan bisa berkoordinasi terlebih dahulu dengan Kanit Reskrim.

“Hati hati dalam pelaporan, jangan salah menempatkan pasal, koordinasi dulu dengan Kanit Reskrim untuk menentukan pasal yang mau diterapkan,” Pungkas Kapolsek AKP Kusmiyanto. (PWJ/AWAS)

Awak Media Ikuti Vaksinasi di Polda Jatim

Surabaya, FaktualNews – Sekitar seratus wartawan yang biasa bekerja di lingkup Polda Jatim. Hari ini mengikuti Vaksinasi Covid-19, di Gedung Pres Rilis polda jatim.

Vaksinasi Covid-19 bagi awak media ini juga sudah dilakukan di beberapa daerah di wilayah jawa timur.

Yudha Wardana, salah satu jurnalis NETtv yang biasa melakukan peliputan di polda jatim menyebutkan, bahwa ia merasa lega setelah di vaksin Covid-19. Karena selama ini bekerja di lapangan bertemu dengan banyak orang. Sehingga, vaksinasi ini bisa mencegah masuknya virus kedalam tubuh.

Baca juga :

“Saya lega setelah ikut vaksinasi Covid-19 di polda jatim. Karena pekerja media ini kan bertemu banyak orang, sehingga jurnalis memang perlu mendapatkan Vaksinasi,” kata Yudha Wardana, usai di Vaksin, Jumat (26/3/2021) pagi.

Sementara itu Dokter Aullia Dewi , Sp. EM, menjelaskan, gelombang pertama Vaksinasi Covid-19 diperuntukkan bagi Tenaga Kesehatan (Nakes). Sementara untuk Vaksinasi Covid-19 di gelombang kedua ini, diperuntukkan bagi pelayan publik salah satunya pekerja media.

“Vaksin Covid-19 gelombang pertama diperuntukkan bagi Nakes. Sedangkan vaksin kedua memang diperuntukkan bagi pelayan publik seperti pekerja media,” kata dr. Aullia Dewi , Sp. EM.

Fungsi vaksin sendiri sebenarnya membantu tubuh manusia untuk mengenal virus. Vaksin yang diterima oleh pemerintah yakni vaksin Sinovac. Dimana fungsinya untuk mematikan virus. Sementara untuk vaksin yang kedua atau dosis kedua, nantinya diharapkan bisa membuat anti body terbentuk.

“Vaksin ini sebenarnya membantu tubuh manusia agar bisa mengenal virus. Karena yang diterima oleh pemerintah saat ini adalah vaksin sinovac,” tambahnya.

Disinggung soal apakah setelah di vaksin, seseorang itu bisa terkena kembali Covid-19?

Dijelaskan, bahwa tubuh ini sudah mengenal dengan Covid-19, setelah disuntik vaksin. Kemungkinan akan kebal, namun virus Covid-19 ini jenis MRNA. Dimana cepat sekali mutasi genetiknya. Sehingga manusia akan bisa kena kembali namun tidak parah seperti sebelum disuntik vaksin.

“Meski sudah di vaksin, orang itu bisa kembali kena Covid-19. Namun, meski kena tidak begitu parah seperti sebelum di suntik Vaksin,” pungkasnya.

Kegiatan Rutin, Wakapolres Santuni 25 Anak Yatim Piatu

Jember (FaktualNews) – Dalam masa pandemi COVID-19 ini, Kapolres Jember AKBP Arif Rachman Arifin, SIK, MH memberikan santunan rutin kepada 25 Anak Yatim Yayasan Ar Roudoh Baratan Kec. Patrang. bertempat di Masjid Mal’jaul Abidin Mapolres Jember, Kamis (25/03) 2021 pukul 19.15 WIB.

Kegiatan santunan hari ini dihadiri Kompol Windy Syafutra, SH (Waka Polres Jember), Para Kabag , Kasat , PJU Polres Jember, Ustadz Ahmad (Pengasuh Yayasan Ar Roudoh ) dan 25 anak yatim Yayasan Ar Roudoh Baratan Kecamatan Patrang.

Wakapolres Jember Kompol Windy Syafutra SH, SIK, M.Med Kom menyampaikan, “Bahwa memberikan santunan kepada anak yatim piatu sering menjadi pilihan masyarakat dalam berbagi rezeki kepada sesama. Menyantuni anak yatim dapat selalu menjadi kesempatan baik sebagai kegiatan berbagi persamaan.” katanya.

“Kepedulian terhadap anak yatim piatu dapat dikatakan sebagai suatu tradisi dan kebiasaan yang telah mengakar sepanjang sejarah. Menyantuni anak yatim piatu tidak terlepas dari keutamaan untuk memberikan dan memperhatikan semua kehidupan hidupnya misalnya makan, minum, pakaian, pengasuhan dan ajaran agama,” ujarnya.

Wakapolres juga menuturkan, anak yatim piatu merupakan amanah yang Allah SWT berikan kepada manusia yang berakal. Mereka diamanahkan untuk disantuni sebagaimana menyantuni diri sendiri dan keluarga.

“Orang-orang yang menanggung anak yatim piatu dan mengasihinya maka Allah SWT akan melembutkan hatinya dan mencukupi kebutuhan sehari harinya. Sebab orang yang mengasihi anak yatim piatu maka ia akan menjadi figur orang tua bagi mereka. Kasih sayang yang diberikan kepada anak yatim piatu akan melembutkan hatinya,” ucap Wakapolres.

“Adapun Kegiatan pemberian bantuan santunan kepada anak yatim piatu ini merupakan bentuk kepedulian dan silaturrahmi terhadap sesama serta merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan setiap Kamis malam jumat,” pungkas Wakapolres.

Kapolri Bersama Walikota Solo Tinjau Pelaksanaan Vaksinasi di Balai Kota

Jakarta (FaktualNews) – Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo terus memantau kelancaran program vaksinasi nasional. Kali ini Kapolri bergerak ke Solo, Jawa Tengah, ditemani Wali Kota Solo Gibran Rakabuming, melihat langsung proses jalannya vaksinasi di Pendopo Gede atau Balai Kota Surakarta.

Sebanyak 400 peserta mengikuti kegiatan vaksin ini. Mereka terdiri dari tenaga pendidik seperti dosen universitas dan sekolah tinggi hingga pemuka agama dari lintas agama.

“Rata-rata semuanya antusias dalam pelaksanaan vaksinasi, diharapkan program nasional ini semakin lancar sehingga dalam membentuk masyarakat kebal Covid-19 ” kata Sigit Prabowo dalam keterangan tertulis, Kamis (25/3/2021).

Meski telah divaksin, Sigit berpesan agar masyarakat tetap menegakan dan menerapkan disiplin Protokol Kesehatan, memakai masker, menjaga jarak dan rajin mencuci tangan.

Mantan Kapolresta Surakarta ini mengatakan, dengan divaksinnya tenaga pendidik bisa memberikan dukungan setelah nantinya pembelajaran tatap muka pada bulan April yang akan datang telah dilaksanakan.

“Semoga tenaga pendidik setelah divaksinasi, kegiatan belajar mengajar dapat berjalan lebih baik dan perekonomian juga berjalan lebih baik dan pelaksanaan vaksinasi di Kota Solo segera tuntas agar masyarakat dapat beraktifitas kembali,” harap Kapolri.

Kapolri Resmikan Monumen Perjuangan dan Bhakti Sosial Pahlawan Nasional

Semarang (FaktualNews) – Bangsa yang besar adalah bangsa yang tidak pernah melupakan sejarah perjuangan bangsanya, demikian juga Polri yang besar perlu selalu mengingat sejarah perjuangan serta Dharma Bhakti para Tokoh pendahulunya.

Bahwa yang kita ketahui, setelah hampir satu tahun Proklamasi Kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) 17 Agustus 1945, baru kemudian pada 1 Juli 1946 yaitu hari disatukannya Polisi Indonesia yang tersebar diseluruh wilayah Indonesia (sistem fragmented) dijadikan sebagai Kepolisian Nasional oleh Perdana Mentri, selanjutnya ditetapkan sebagai hari Bhayangkara.

Namun karena banyaknya masyarakat yang menafsirkan Hari Bhayangkara sebagai Hari Ulang Tahun Kepolisian Negara Republik Indonesia. Sehingga timbul pertanyaan yang menggelitik, apakah dalam tenggat waktu hampir satu tahun tersebut NKRI tidak memiliki Polri. Padahal Polisi sudah ada sejak Kemerdekaan 17 Agustus 1945.

Sekilas ternyata begini sejarahnya, 3 hari setelah Proklamasi Kemerdekaan NKRI tanggal 17 Agustus 1945, pada tanggal 21 Agustus 1945 Almarhum Bapak Inspektur Polisi Moechammad Jasin dengan gagah berani mengubah nama Tokubetsu Keisatsu Tai ( Polisi Jepang ) menjadi Polisi Istimewa dan tunduk pada Pemerintah Negara Kesatuan Republik Indonesia yang baru merdeka beberapa hari.

Kemudian Polisi Istimewa membuktikan
Kesetiaan dan Bhaktinya kepada Negara dan Bangsa Indonesia. Dimana sebagai langkah awal yang dilakukan Polisi Istimewa adalah mengadakan pembersihan dan pelucutan senjata terhadap Tentara Jepang yang kalah perang.

Pada saat ini, sudah sepantasnya kita
tidak melupakan sejarah perjuangan bangsa khususnya sejarah perjuangan dan dharma bhakti polisi dalam ikut merebut dan mempertahankan Kemerdekaan, sekaligus harus memahami peristiwa yang terjadi sebelum dan setelah bulan Agustus 1945.

Pada tanggal 7 Desember 1941, terjadi
Pengeboman Pearl Harbor berupa serangan dadakan yang dilakukan angkatan laut Jepang terhadap armada pasific angkatan laut Amerika Serikat yang tengah berlabuh di Pangkalan Angkatan Laut Pearl Harbor di Kota Honolulu Pulau Oahu-Hawai.

Kemudian Pada tanggal 10 Januari 1942, Jepang masuk ke Indonesia, dimana Jepang mendarat dengan kekuatan invasi militer untuk pertama kali di Tarakan Kalimantan Utara. Karenanya Belanda akhirnya dibuat tidak kuasa untuk mempertahankan Indonesia dan menyerah pada tanggal 7 Maret 1942. Sejak tanggal 9 Maret 1942, Indonesia secara resmi dijajah oleh Jepang.

Pada tahun 1944 Jepang merekrut pemuda asli pribumi yang diantaranya adalah Moechammad Jasin, mereka dididik sebagai polisi istimewa dengan kemampuan tempur seperti tentara Jepang yang diberi nama Tokubetsu Keisatsutai atau Polisi Istimewa.

Pada 6 Agustus 1945, Kota Hiroshima dijatuhi bom atom dan pada 9 Agustus 1945, Kota Nagasaki juga dijatuhi bom atom oleh Amerika Serikat. Kedua kota tersebut hancur total dan instalasi militer Jepang lumpuh yang membuat berahirnya Perang Dunia Kedua. Kemudian Soekarno-Hatta memproklamasikan Kemerdekaan Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945.

Bagi semua anggota Polri semestinya mencatat dan jangan pernah melupakan peristiwa sejarah setelah Proklamasi 17 Agustus 1945.Pada tanggal 19 Agustus 1945, dibentuk Badan Kepolisian Negara (BKN) oleh Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI)
Pada tanggal 21 Agustus 1945, Inspektur Polisi Kelas 1 atau Letnan Satu Polisi Moechammad Jasin dengan jabatan sebagai Komandan Polisi di Surabaya, memproklamasikan bahwa Pasukan Polisi Istimewa menjadi Polisi Republik Indonesia dan menyatakan untuk bersatu dengan rakyat Indonesia dalam perjuangan mempertahankan proklamasi 17 Agustus 1945. Selanjutnya sebagai langkah awal yang dilakukan adalah mengadakan pembersihan dan pelucutan senjata terhadap tentara Jepang yang kalah perang.

Pada saat ini banyak senior polisi berharap agar tanggal 21 Agustus dapat diresmikan menjadi Hari Bhakti Polri. Pada tanggal 29 September 1945, Presiden Soekarno melantik RS Soekanto Tjokrodiatmodjo menjadi Kepala Kepolisian (KKN) RI Pertama dan menempatkan kedudukan Polri dibawah Perdana Mentri.

Kiranya sesuatu yang yang tidak berlebihan apabila Bapak Jendral Polisi RS Sukanto bisa diresmikan sebagai “Bapak Pionir Polri”.

Selanjutnya sama halnya dengan Bapak Jendral Polisi Hoegeng Imam Santoso yang perlu juga untuk bisa ditetapkan sebagai ”Bapak Polisi Jujur”.

Kemudian Bapak Jendral Polisi Prof Dr Awaludin Djamin MPA perlu ditetapkan sebagai “Bapak Pembenahan Polri”.

Demikian sekilas pengingat lupa terkait tentang dimulainya keberadaan dan dharma bhakti POLRI oleh seorang anggota Polri Pahlawan Nasional Komjen Pol Dr H Moechammad Jasin.

Bravo POLRI dalam melaksanakan doktrin Tata Tentrem Kerta Raharja untuk mewujudkan keamanan yang kondusif guna meningkatkan produktifitas masyarakat demi terwujudnya masyarakat yang maju, adil dan makmur.

Untuk itu, pada hari Kamis 25 Maret 2021, Kapolri Jendral Polisi Drs Listyo Sigit Prabowo MSi meresmikan Monumen Perjuangan dan Bhakti Komjen Pol DR H M. Jasin yang didirikan oleh Alumni AKABRIPOL pertama 1970/Waspada, dibawah pimpinan Kapolri Pada Masanya Jendral Polisi Purnawirawan Drs R Suroyo Bimantoro, sebagai monumen tonggak sejarah perjuangan dan dharma bhakti polisi yang dilakukan oleh seorang tokoh pahlawan nasional pejuang polisi berupa Monumen Perjuangan dan Bhakti Pahlawan Nasional Komjen Pol DR M. JASIN, bertempat di Kesatrian Akademi Kepolisian Negara Republik Indonesia (AKPOL) di Semarang.

Guna mengenang dan sekaligus sebagai penghormatan kepada seorang tokoh Polri Pahlawan Nasional Komjen Pol (P) Moechammad Jasin, sekaligus untuk memberikan Pembinaan Tradisi Santi Aji dan Santi Karma kepada Taruna Akademi Kepolisian sebagai generasi penerus Polri.

Rakernis SSDM Polri, Kapolri Tekankan Pemanfaatan Teknologi Menuju Era 4.0

Jakarta (FaktualNews) – Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo membuka Rapat Kerja Teknis (Rakernis) internal SSDM Polri di Gedung Rupatama, Mabes Polri, Jakarta Selatan, Rabu (24/3/2021).

Rakernis SSDM Polri itu bertajuk “Megatrend Indonesia Unggul dari 2020-2045, Bonus Demografi, SDM Unggul dan Menuju 4.0”.

Dalam pengarahannya, Jenderal Sigit menyampaikan apresiasinya kepada seluruh jajaran SSDM Polri karena bergerak cepat menerapkan program Presisi atau Prediktif, Responsibilitas dan Transparansi Berkeadilan untuk menciptakan SDM yang unggul.

“Apresiasi dan terima kasih atas gerak cepat program Presisi di bidang SSDM menuju SDM unggul,”ungkap Kapolri.

Jenderal Polisi Sigit juga menekankan, karena Indonesia menuju era 4.0, sehingga seluruh aparat Kepolisian harus mampu memanfaatkan teknologi digital dengan baik serta terus menerus meningkatkan kemampuan dalam implementasinya.

“Berbagai tantangan yang dihadapi di lingkungan global, regional dan nasional, SDM Polri harus dikelola dan dikendalikan dengan baik serta mengacu pada arus pembinaan SDM Polri yang berkeunggulan meliputi prinsip integritas, proposional dan partnership,” ujar Jenderal Polisi mantan Kabareskrim Polri itu.

Kapolri menyebut, SDM Polri juga harus memikirkan perasaan dan masa depan dari personel Kepolisian yang sedang bertugas jauh dari Ibu Kota.

“SDM Polri juga harus tahu dan peduli serta memikirkan bagaimana perasaan personel yang jauh dengan SSDM Polri, baik jarak maupun kedekatan personal,” ucap Jenderal Sigit.

Sementara itu, Sigit juga menyambut baik dari inovasi yang dilakukan oleh SSDM Polri dalam menyediakan pelayanan bagi internal Korps Bhayangkara maupun masyarakat.

“Selaku pimpinan Polri sangat apresiasi inovasi yang telah dikembangkan oleh SSDM Polri yang berisi, sistem informasi personil polri, aplikasi e-yankes (pelayanan kesehatan untuk anggota Polri) dan e-Rekpro dapat diakses oleh masyarakat untk digunakan pendaftaran secara online,” pungkas Kapolri Jenderal Sigit.

Kapolri Resmi Launching Etle Nasional Tahap Pertama, 12 Polda Terapkan Tilang Elektronik

Jakarta (FaktualNews) – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo meresmikan launching tilang elektronik atau Elektronic Traffic law enforcement (Etle) nasional tahap I.

Dalam launching tahap pertama ini, ada 12 Polda dengan 244 kamera tilang elektronik yang bakal dioperasikan mulai hari ini.

Launching Etle tahap 1 digelar di gedung NTMC Polri, Jakarta, Selasa (23/3/2021) yang dihadiri oleh Ketua Mahkamah Agung  Muhammad Syarifuddin dan Jaksa Agung TB. Hassanudin turut dalam penandatangan Memorandum Of Understanding (MoU) penegakan hukum.

Selain itu Menpan RB Tjahjo Kumolo, Kepala Bappenas Suharso Manoarfa, Dirut Jasa Raharja Budi Raharjo dan beberapa perwakilan instansi lain turut hadir.

Secara virtual Jajaran Dirlantas dari Polda  se-Indonesia juga mengikuti acara Launching Etle Nasional Tahap Pertama ini.

Etle Nasional ini merupakan salah satu implementasi Korlantas Polri yang dipimpin Kakorlantas Polri Irjen Pol Istiono dalam mewujudkan salah satu program prioritas Presisi atau prediktif, responsibilitas, transparansi dan berkeadilan dari Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dalam paparannya mengatakan kehadiran tilang elektronik Nasional ini untuk meningkatkan program keamanan dan keselamatan masyarakat di jalan raya.

Kapolri ingin masyarakat lebih waspada dan tertib berlalulintas karena adanya Etle dapat memantau perilaku pengendara.

Kapolri menegaskan program ini adalah bagian dari upaya untuk meningkatkan program keamanan, keselamatan, ketertiban, kelancaran lalu lintas ( Kamseltibcarlantas)

“Tentunya perlu ada upaya penegakan hukum agar proses pelaksanaan kegiatan para pengguna jalan betul-betul bisa disiplin, bisa mengutamakan keselamatan dan tentunya menghargai masyarakat lain sesama pengguna jalan,”terang Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

Di sisi Polri, Jenderal Sigit menekankan upaya penegakan hukum yang transparan lewat Etle. Mantan Kabareskrim ini berharap sistem Etle dapat mencegah penyalahgunaan wewenang sekaligus pemanfaatan teknologi informasi.

“Di sisi Kepolisian, program Etle adalah bagian dari kami untuk melakukan penegakan hukum dengan memanfaatkan teknologi informasi,”jelas Kapolri.

Kapolri juga menegaskan pihaknya akan terus memperbaiki sistem sehingga ke depan penegakan hukum Kepolsian khususnya lalu lintas di jalan tidak perlu berinteraksi langsung dengan masyarakat.

“Tentunya kita sering mendapatkan komplain terkait dengan masalah proses tilang yang dilakukan oleh beberapa oknum anggota, yang kemudian berpotensi terjadinya penyalahgunaan wewenang,” jelas Kapolri.

Etle nasional ini dapat menindak 10 pelanggaran lalu lintas diantaranya pelanggaran traffic light, pelanggaran marka jalan, pelanggaran ganjil genap, pelanggaran menggunakan ponsel, pelanggaran melawan arus, pelanggaran tidak menggunakan helm, pelanggaran keabsahan STNK, pelanggaran tidak menggunakan sabuk pengaman dan pelanggaran pembatasan jenis kendaraan tertentu.

Selain mendeteksi pelanggaran lalu lintas, sistem Etle juga dapat menjadi pendukung bukti kasus kecelakaan dan tidak kriminalitas di jalan raya dengan menggunakan teknologi face recognition yang sudah ada di sistem Etle.

Sementara itu, Kakorlantas Polri Irjen Pol Istiono mengungkapkan jajaran Korlantas masih terus bekerja agar penerapan Etle bisa rampung di 34 Polda. Istiono mengatakan sistem Etle terintegrasi dari Polres, Polda hingga Korlantas Polri.

“Konsen tahap pertama ini tentunya akan ditindaklanjuti dengan launching kedua nanti rencananya. Akan kita bangun di 10 polda berikutnya, yang kita rencanakan nanti sekitar 28 april kita resmikan launching kedua, nanti secara bertahap, akan kita laksanakan,” ujar Kakorlantas Polri Irjen Pol Isitiono.

“Secara teknis di lapangan kita terus bekerja untuk merampungkan program ini secara bertahap hingga 34 polda nanti terpasang semua. Di semua titik yang perlu kita pasang Etle tentunya berdasarkan maping dan analisis kita. Titik mana yanf paling krusial dan perlu kita pasang Etle di situ,” sambung dia.

Kakorlantas menjelaskan Etle nasional mendeteksi seluruh kendaraan baik roda dua maupun roda empat yang tidak mematuhi aturan lalu lintas. Istiono berharap kesadaran masyarakat akan taat berlalu lintas semakin tinggi dengan kehadiran Etle.

“Semua kendaraan yang melanggar intinya kefoto, kepotret, mau nomor khusus, nomor apa saja, pake nomor TNI itu kepotret. Kalau TNI nanti urusannya dikonfirmasi ke temen-temen, kita sudah kerjasama bagaimana mekanismesnya untuk teman-teman TNI, ada konfirmasi disitu,” tuturnya.

“Ini bagian dari kesadaran masyarakat dalam membangun hukum itu sendiri,” pungkas Kapolri.

Berikut 12 Polda yang sudah menerapkan Etle di launching tahap 1 :

  1. Polda Metro Jaya
  2. Polda Jawa Barat
  3. Polda Jawa Tengah
  4. Polda Jawa Timur
  5. Polda Jambi
  6. Polda Sumatera Utara
  7. Polda Riau
  8. Polda Banten
  9. Polda D.I.Y
  10. Polda Lampung
  11. Polda Sulawesi Selatan
  12. Polda Sumatera Barat

Sesuai Amanah Kapolres Jember, Polsek Sumbersari Rutin Giat Harkamtibmas di Wilayah Sumbersari

Jember (FaktualNews) – Polsek Sumbersari Polres Jember lakukan kegiatan rutin dalam rangka pemeliharaan Ketertiban Masyarakat di wilayah hukum Polsek Sumbersari Kecamatan Sumbersari, Jember. Sekitar pukul 23.30 (19/3/21) WIB hingga selesai pagi (20/3/21).

Seperti biasanya sebelum kegiatan dilaksanakan, dilakukan apel kesiapan anggota yang dipimpin langsung Kompol Faruk MK (Kapolsek Sumbersari), Iptu Hariyanto (Panit I Lantas Polsek Sumbersari), Iptu Joko S (Panit 1 Sat Reskrim Polsek Sumbersari), jajaran Polsek Sumbersari, Satlantas Jember dan unit Reskrim Polres Jember.

Selama kegiatan patroli dilakukan ditemukan puluhan pemuda yang sedang berkumpul dibundaran depan Kampus Unej Jember, yang disinyalir ada beberapa seberapa motor yang kondisinya tidak layak serta tidak sesuai standart dan pemuda – pemuda tersebut masih berkumpul pada saat pemberlakuan jam malam.

Setelah dilakukan pemeriksaan serta himbauan, beberapa sepeda motor yang kedapatan tidak dilengkapi surat, serta berknalpot brong langsung di amankan ke Mapolsek Sumbersari, pemilik diberikan himbauan protokol kesehatan dan untuk kendaraan sepeda motor bisa diambil langsung ke Mapolsek Sumbersari dengan syarat dilengkapi semua, baik surat kelengkapan kendaraan serta sepeda motor harus dirubah ke standart.

“Kami tindak langsung dengan membawa kendaraan pemilik, sepeda motor yang tidak bisa menunjukkan kelengkapan surat serta tidak sesuai standart, harus dilengkapi terlebih dahulu dan harus dikembalikan sesuai standartnya, ” tegas Kompol Faruk.

Kompol Faruk menambahkan hal tersebut dilakukan agar ada efek jera, dan kami berharap pemilik bisa menyadari bahwa semuanya hanya demi kenyamanan baik diri mereka dan pengguna jalan lainya.

“Tindakan ini jelas akan kami lakukan, sebagai peringatan dan himbauan agar mereka selalu mematuhi semua aturan yang ada, dalam memiliki kendaraan sesuai standart untuk berkendara dijalan agar tidak menimbulkan hal – hal yang tidak di inginkan, baik untuk diri sendiri dan orang lain, “tambahnya.

Adapun dalam giat patroli tersebut didapati 20 sepeda beserta pemilik yang diperiksa baik surat kelengkapan dan standart kendaraanya, 15 sepeda motor yang diperiksa dilengkapi surat, namun 5 sepeda motor lainya tidak membawa kelengkapan surat kendaran dan tidak sesuai standart.

“Sepeda yang kami periksa sebanyak 20 kendaraan namun ada 5 unit sepeda motor yang tidak dilengkapi surat lengkap, dan untuk pemilik sendiri kami sudah melakukan himbauan serta memberikan pengertian perihal giat patroli serta tindakan yang kami lakukan adalah untuk keamanaan serta ketertiban wilayah, khususnya Kecamatan Sumbersari. “terang Kompol Faruk.

Selama kegiatan pelaksanaan giat rutin Harkamtibmas wilayah Sumbersari, Kapolsek menuturkan giat yang dilaksanakan sudah sesuai dengan apa yang diamanahkan Kapolres Jember yakni mengawali segala kegiatan dengan do’a, lakukan kegiatan dengan niat serta tujuanya untuk ibadah.

“Kami selalu menyampaikan apa yang selalu diamanahkan Kapolres Jember kepada anggota jajaran Polsek Sumbersari Polres Jember, setiap kegiatan yang dilakukan sesuai apa yang dihimbau, agar setiap anggota yang melaksanakan kegiatan hanya dengan niatan untuk beribadah sesuai apa yang telah menjadi tugas, serta himbauan untuk kepentingan masyarakat seutuhnya, ” ungkap Kompol Faruk MK saat selesai melakukan apel konsolidasi bersama jajaran baik Polsek Sumbersari, Satlantas dan anggota jajaran Polres Jember, pagi (20/3).

Kapolri Bersama Panglima TNI Tinjau Vaksinasi Anggota TNI Polri di Surabaya

Surabaya (FaktualNews) – Panglima TNI, Marsekal TNI Hadi Tjahjanto bersama dengan Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Listyo Sigit Prabowo, didampingi Forkopimda Jatim, Gubernur, Pangdam V Brawijaya dan Kapolda Jatim. Kamis (18/3/2021) siang, meninjau jalannya Vaksinasi tahap kedua bagi Prajurit TNI/ Polri di Puskesmas Gayungan, Surabaya dan di Mapolda Jatim.

Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, menjelaskan, untuk Vaksinasi prajurit TNI dan Polri tahap kedua berjalan lancar dan sesuai. Kami menghimbau kepada seluruh prajurit TNI dan Polri. Setelah di Vaksin baik yang pertama maupun kedua, tetap mematuhi Protokol Kesehatan (Prokes). Memakai masker, Menjaga Jarak dan Mencuci Tangan.

“Saya menghimbau kepada seluruh prajurit TNI/ Polri, meski sudah menjalani vaksinasi, tetap patuhi Prokes,” kata Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, usai meninjau vaksinasi di Mapolda Jatim, Kamis (18/3/2021) sore.

Ditambahkan Panglima TNI, meski sudah dilakukan Vaksinasi, bukan brarti badan kebal dari penyakit atau Virus Corona. Namun diharapkan setelah di vaksinasi kedua, anti boddy naik bisa kuat menghadapi Covid-19.

Setelah disuntik nanti dan diturunkan ke wilayah-wilayah sebagai tenaga Vaksinator untuk membantu program percepatan Vaksinasi Nasional untuk tetap mematuhi Prokes dan memberikan edukasi kepada masyarakat agar tetap mematuhi prokes.

“Setelah di suntik vaksin bukan brarti badan kebal dari penyakit atau dari virus corona. Melainkan, agar anti boddy naik dan kuat mengahadapi covid-19,” tambahnya.

“Nantinya prajurit TNI/ Polri akan diterjunkan untuk membantu program percepatan vaksinasi nasional,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyebutkan, hari ini saya bersama dengan Bapak Panglima TNI, meninjau kegiatan Vaksinasi yang dilaksanakan di Puskesmas dan di Polda Jatim untuk prajurit TNI dan Polri.

“Hari ini saya bersama bapak panglima TNI meninjau vaksinasi bagi prajurit TNI/ Polri di dua lokasi di Jatim,” ungkap Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

Saat ini di Provinsi Jawa Timur, tingkat penyebaran Covid-19 sudah alami menurun. Turunya angka penyebaran Covid-19 di wilayah Jatim ini, dimulai dari kegiatan Kampung Tangguh Semeru sampai PPKM Skala Mikro.

Hal ini diketahui setelah dipaparkan oleh Gubernur Jawa Timur dan Kapolda Jatim. Provinsi Jawa Timur saat ini menjadi salah satu wilayah terbaik dalam penanggulangan penanganan Covid-19.

“Penyebaran Covid-19 di wilayah jatim sudah alami penurunan, ini setelah adanya kegiatan kampung tangguh semeru dan penerapan PPKM skala mikro,” jelasnya.

Turunnya laju penyebaran Covid-19 di wilayah jatim ini, selain ada kegiatan Kampung Tangguh Semeru dan penerapan PPKM skala mikro. Kuncinya juga adalah kesadaran dan disiplin masyarakat di Jawa Timur. Untuk menerapkan protokol kesehatan.

Panglima TNI dan Kapolri Tinjau Vaksinasi Ribuan Anggota, Persiapan Pengamanan Mudik Lebaran

Jakarta (FaktualNews) – Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto bersama Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo meninjau proses vaksinasi terhadap personel TNI-Polri di Semarang, Jawa Tengah, Kamis (18/3/2021).

Kapolri Listyo Sigit mengatakan, vaksinasi dilakukan dalam rangka menpersiapkan persolen TNI-Polri melakukan pengamanan Hari Raya Idul Fitri.

“Vaksinasi terhadap personel TNI-Polri ini di persiapkan untuk  pengamanan dan menghadapi Hari Raya Idul Fitri,” kata Kapolri dalam keterangan tertulisnya.

Sigit mengingatkan, meskipun telah mendapat vaksin, personel TNI-Polri harus tetap menjalankan protokol kesehatan dengan menerapkan 5M.

Sementara Panglima menegaskan, vaksinasi terhadap personel TNI-Polri serta masyarakat ini sebagai bentuk mensukseskan program pemerintah dalam melaksanakan Vaksinasi yang bertujuan untuk membangun dan menumbuhkan ekonomi di Indonesia.

“Tujuan pemerintah vaksinasi merata ini, untuk membangun dan menumbuhkan ekonomi di Indonesia,” tutur Panglima.

Provinsi Jawa Tengah merupakan sentra arus mudik Lebaran. Dalam vaksinasi ini, sebanyak 1.774 personel TNI-Polri telah mendapatkan vaksin sedangkan untuk Tenaga medis sebanyak 93 orang dan 50 peserta lansia.

Dalam kunjungannya, Panglima TNI dan Kapolri didampingi Gubenur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Kapolda Jateng Irjen Ahmad Luthfi, Pangdam IV Dipenogoro, Mayjen TNI Rudianto, Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Argo Yuwono dan Kadiv Propam Mabes Polri Irjen Ferdy Sambo.